Matoduwolo De Blog Le Bu Evi

Detik Terakhir Berhadiah


Ketika hati tertambat pada satu orang yang selalu memotivasi, entahlah naluri keisengannya tertular padaku. Kesharlindungdikdas, sebuah web milik  Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan yang  memberikan wadah kesempatan kepada guru-guru Indonesia untuk berkarya, dikenalkan oleh Suamiku padaku. Dia memintaku untuk mendaftar mengikuti sebuah Workshop yang bernama Workshop Perlindungan Bagi Guru Tahap II. Niat awalnya kami berharap jika lolos bisa bertemu, maklumlah sejak awal menikah kami LDM (Long Distance Marriage) selama 1,5 bulan. Nah, kuturuti saja ajakan suamiku untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dia sudah mendaftar terlebih dahulu, dengan mengirimkan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Oh iya, event kesharlindungdikdas sudah di rasakan suamiku pada kegiatan Olimpiade Guru Nasional di Lombok bulan Mei 2018 kemarin. Itulah motivasi awalku mengikuti kegiatan ini.
Aku masih ingat, waktu itu laptopku mengalami trouble. Padahal semalam aku sudah membuat tulisan untuk dikirim ke web kesharlindungdikdas. Esok paginya, aku berencana mengirimkan berkas-berkas persyaratan Workshop karena hari itu adalah deadline atau hari terakhir pengumpulan berkas. Muka masamku muncul sejak saat itu hingga malam hari, gara-gara laptopku tidak bisa dioperasikan. Ku coba tanya sana sini bagaimana cara memperbaiki, tidak ada yang tahu. Akhirnya, ku coba-coba install ulang. Tepat pukul 20.00 WIB, Sabtu 15 September 2018 laptopku yang berisi artikel tulisan dan berkas pendaftaran Workshop Perlindungan Bagi Guru Tahap II bisa dioperasikan. Alhamdulillah, senangnya bukan main. Segera kubuka web kesharlindungdikdas dan mulai mengupload berkas persyaratan. Malang nian nasibku, karena ujian tidak berhenti sampai disitu saja. Ketika buka web kesharlindungdikdas, akses untuk mengupload file tulisan tidak tersedia. Dag dig dug lagi jantungku, karena deadline sudah diujung tanduk. Akhirnya, aku pasrah mungkin belum rezekinya untuk berkesempatan daftar kegiatan ini. Lagi-lagi suamiku memotivasi, dia membantuku untuk mengupload file dari tempat ia tugas yaitu di boalemo, Gorontalo. Aku yang di Pasuruan, Jawa Timur sudah mulai pasrah tidak semangat. Langsung saja aku pamitan untuk memejamkan mata pada suamiku.
Bling…Bling..Bling..terdengar suara notifikasi Whatshap di pagi buta pukul 03.30 WIB, aku terbangun dari lelapnya tidur dan segera ku ambil handphone yang telah membangunkanku. Ternyata pesan dari suamiku, mengatakan bahwa file tulisanku sudah terkirim di akhir-akhir deadline semalam. Seketika itu juga wajahku mulai berigas dan senyum terkembang dari bibir yang sedari kemarin terpasang wajah masam. Alhamdulillah, untuk hasil akhir semoga ada kabar gembira, sehingga aku dan suamiku bisa bertemu.
Selang 3 mingguan, semenjak berkas terkirim suamiku mengabariku tentang hasil peserta yang lolos verifikasi untuk mengikuti Workshop Perlindungan Bagi Guru Tahap II. Dia yang selalu up to date masalah pengumuman seperti itu, padahal aku sudah tidak memikirkannya. Aku cuma meyakini begini, kalau lolos ya Alhamdulillah, tapi kalau belum ya berarti belum rezeki. Maklumlah waktu itu, lagi disibukkan dengan administrasi yang harus dipenuhi untuk mengikuti pendaftaran CPNS tahun 2018. Jadi fokusku berpindah. Matapun terbelalak melihat kiriman file dari suamiku bahwa nama Evi Yuni Levi, asal sekolah SMPN 1 Wonorejo Kab. Pasuruan Jawa Timur masuk dalam deretan nomor 48 dari 120 peserta yang lolos dalam event tersebut. Wah, mimpikah saya? Kok ada nama saya disitu. Berkali-kali ucapan syukur Alhamdulillah terlontar dari bibir ini. Disisi lain, suamiku mengabarkan bahwa ia tidak lolos di event ini. Sempat berkecil hati, karena niat ketemuannya tidak terwujud. Namun lagi-lagi ia menguatkan dan memotivasi untuk tetap mengikuti kegiatan workshop ini.
Tibalah hari selasa tanggal 16 Oktober 2018, aku dan seorang ibu hebat bernama bu Asih dari SMPN 9 Kota Pasuruan berangkat menuju Solo melalui jalur darat. Kereta Api Ranggajati Eksekutif mengantarkan kami dari stasiun kota Pasuruan pukul 07.30 WIB ke stasiun Balapan. Tepat pukul 14.00 WIB kami tiba di solo. Sebenarnya sudah mepet acara pembukaan, namun tidak apalah, karena jarak tempuh kami menuju lokasi memang butuh waktu yang tidak sedikit. Setelah mendarat di Stasiun Balapan Solo, perjalanan kami lanjut dengan memanfaatkan fasilitas angkutan online Grabcar. Melajulah kendaraan roda empat itu mengantarkan kami ke lokasi Workshop. Perasaan haru dan malu karena memang baru pertama kali mengikuti kegiatan seperti ini. Namun tetap kumantapkan hati berniat mencari ilmu agar nantinya bisa ditularkan ke saudara-saudara seperjuangan dan anak didik di daerah saya.
The Sunan Hotel, Solo adalah nama salah satu hotel di kota Solo yang menjadi tempat berkumpulnya guru-guru hebat perwakilan daerah seIndonesia dalam Workshop Perlindungan Guru Tahap II mulai tanggal 16 s.d 19 Oktober 2018. Aku segera menuju ke tempat regristrasi untuk menyelesaikan segala macam administrasi yang harus dipenuhi. Setelah selesai semua nampaknya acara pembukaan akan segera dimulai. Ku langkahkan kakiku menuju ruang pertemuan pembukaan. Terdengar beberapa sambutan dari panitia untuk seluruh guru-guru hebat yang sudah hadir dalam ruangan tersebut. Awalnya aku berfikir bahwa aku bisa lolos ini dikarenakan yang ikut hanya sedikit saja. Namun setelah mendengar pengumuman dari pihak panitia mengatakan bahwa dari 1.171 peserta yang mendaftar hanya 120 peserta terpilih yang berhak mengikuti Workshop Perlindungan Bagi Guru Tahp II. Betapa bersyukur dan senangnya hatiku, karena aku bisa jadi bagian dari orang-orang terpilih.
Terkadang kita tidak sadar bahwa apa yang kita lakukan hari ini bisa memberikan dampak bagi kehidupan selanjutnya. Mungkin ikhtiar-ikhtiar dahulu yang menyebabkan kusuksesan hari ini. Jadi tetaplah berbuat baik dan bermanfaatlah bagi orang sekitar. Diakui ataupun tidak tetaplah berbuat baik, karena kita tidak pernah tahu rencana keren apa yang diberikan Allah kepada kita di kehidupan nanti. Tetaplah semangat untuk meraih mimpi-mimpi. Jangan berhenti disini, yakin kita pasti bisa.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Detik Terakhir Berhadiah"

Posting Komentar