Matoduwolo De Blog Le Bu Evi

Jelajah Pengalaman Belajar Bahasa Inggris dengan iBox dan Macan



Berikut ini adalah karya tulis best practice tentang penerapan pembelajaran dengan pembelajaran mendalam pada mata pelajaran bahasa inggri.

  1. Situasi 

Pembelajaran bahasa Inggris di daerah pedesaan sejak dulu mengalami permasalahan yang kompleks. Mulai dari minat belajar murid yang rendah hingga sarana prasarana pembelajaran yang kurang terfasilitasi dengan baik. Ditambah bekal dasar belajar bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar yang belum terpenuhi menyebabkan murid kesulitan dalam memahami materi bahasa Inggris di tingkat SMP. Hal inilah yang menyebabkan kemampuan keterampilan berbahasa Inggris murid masih rendah. 



Di SMPN 2 Dulupi saya masih sering menemui murid yang kesulitan dalam berbicara bahasa Inggris dikarenakan keterbatasan penguasaan vocabulary. Masalah yang sama juga terjadi pada keterampilan menulis sederhana. Murid membutuhkan waktu yang lama dalam penyelesaiannya. Ini menghambat pembelajaran yang saya lakukan. 


Selanjutnya, penggunaan teknologi yang massive juga mempengaruhi cara 

belajar murid. Mereka cenderung belajar secara instan. Mengerjakan tugas sekolah dengan bantuan Ai. Dan menghabiskan waktunya untuk bermain game. Meskipun begitu, paparan belajar bahasa Inggris belum terlalu nampak. Karena mereka tidak terarahkan. Kondisi ini juga menjadi perhatian khusus bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang relevan.



Terakhir, meskipun sudah berusaha  melakukan eksperimen dalam memberikan pengalaman belajar yang menarik dan menyenangkan, namun ternyata hal tersebut belum cukup. Karena murid masih kesulitan dalam mempraktekkan bahasa Inggris dalam  kehidupan sehari-hari. Setelah di refleksi ternyata saya masih menggunakan surface learning dalam pembelajaran.


  1. Tantangan

Masalah-masalah di atas harus segera diselesaikan. Membutuhkan suatu pendekatan yang bisa mengubah pola pikir peserta didik. Menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual dengan banyak ragam aktivitas yang menarik. Membuat media pembelajaran yang yang relevan sesuai dengan minat dan zaman murid. Sehingga muncullah pertanyaan kritis, Bagaimana cara meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis pada peserta didik agar lulusannya kreatif, bernalar kritis dan komunikatif? 

Untuk menjawab tantangan diatas, lahirlah inovasi iBox dan Macan”. iBox adalah singkatan dari Interactive Box yang memiliki makna kotak ajaib yang bisa memfasilitasi murid belajar dengan tahapan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi. Ada 4 QR Code yang bisa diakses melalui iBox yaitu exploring material, Adjective Game, Kamus EdicFun, dan Share Your creation. Didalam iBox juga terdapat kartu aplikasi dan refleksi. Sedangkan Macan adalah Magic Card dan Adjective Game dalam English Nook. (https://bit.ly/EngNook).




  1.  Aksi yang Dilakukan

Langkah pertama adalah bermitra dengan guru IPA dan penutur asli bahasa inggris. Langkah selanjutnya adalah melakukan asesmen awal terhadap pengetahuan prasyarat dalam memahami materi Degree of Comparison, yaitu pemahaman tentang adjective. Setelah itu merencanakan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran mendalam menggunakan beberapa teknik dalam setiap tahapannya. 




  1. Tahap memahami 

Saya menggunakan teknik Station Rotation melalui media iBox dan Macan.


  1. Stasiun exploring material, memfasilitasi peserta didik yang masih butuh pemahaman materi degree of comparison yang dikemas dalam site English Nook

  2. Stasiun Adjective Game, dengan memanfaatkan aplikasi coding saya memfasilitasi murid memahami syllable yang diubah menjadi comparative dan superlative degree. 

  3. Stasiun Magic Card, peserta didik memecahkan soal aplikatif terkait materi dengan bantuan teknologi augmented reality yang bisa digunakan untuk menstimulasi kemampuan menulis.

  4. Stasiun Application Card yang bisa dimanfaatkan murid untuk menstimulasi kemampuan menulis dan berbicara bahasa Inggris tentang degree of comparison dengan topik Smart Shoppers.

Stasiun-stasiun tersebut bisa diakses melalui iBox. Sehingga memudahkan murid untuk menjelajahi semua pengalaman belajar di dalamnya. 





2. Tahap Mengaplikasi

Murid mengaplikasikan konsep materi degree of comparison dengan teknik role playing. Melakukan percakapan tentang degree of comparison dengan kartu aplikasi dalam iBox yang menggunakan topik smart shopper. Mereka dihadapkan pada pilihan dalam memutuskan pembelian jajanan sehat yang akan dibeli. 


Kegiatan berikutnya adalah Meeting with Bule, melakukan percakapan langsung dengan penutur asli bahasa inggris secara virtual dari Australia.  Kegiatan ini menstimulasi kemampuan bernalar kritis dan komunikasi yang merupakan bagian dari 8 dimensi profil lulusan. 


3. Tahap Refleksi

Pada tahap ini saya menggunakan Kartu Refleksi yang ada di dalam iBox untuk memfasilitasi murid dalam merefleksikan proses belajarnya. Berikutnya adalah melakukan penilaian diri dan penilaian antar teman. Murid meregulasi diri dan mengukur kemampuan temannya berdasarkan aktivitas pembelajaran role playing. Kegiatan terakhir adalah mengekspresikan hasil belajar dalam sebuah karya seperti gambar, poster, komik, dan lainnya. 

(https://bit.ly/iBoxMacan)



D. Hasil

Dari rangkaian praktik baik pembelajaran mendalam dengan media iBox dan Macan yang telah saya lakukan telah menghasilkan beberapa hasil positif dan peningkatan kemampuan murid. Yang pertama, kemampuan murid pada keterampilan menulis dan berkomunikasi sederhana telah mengalami peningkatan berdasarkan hasil asesmen formatif dan sumatif yaitu 75% murid mencapai KKTP. Selanjutnya kebutuhan belajar murid yang disesuaikan dengan minatnya dengan ragam aktivitas yang dikemas dalam media iBox dan Macan telah meningkatkan motivasi belajar murid. Murid belajar dengan penuh makna, berkesadaran dan bergembira. 




Praktik baik pembelajaran mendalam pada materi degree of comparison dengan media iBox dan Macan juga berdampak pada peningkatan karakter gemar belajar dan memilih makanan yang sehat dan bergizi yang merupakan bagian dari 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat. Dimana murid secara berkesadaran belajar dengan penuh makna dan gembira karena adanya motivasi intrinsik yang telah terbangun dalam dirinya. Sedangkan dalam konteks materi, peserta didik telah belajar untuk bernalar kritis dalam melakukan perbandingan terkait makanan yang bernutrisi dan tidak.  


Yang tidak kalah penting, muara akhir dari praktik pembelajaran ini adalah terbentuknya karakter pada dimensi profil lulusan murid yang kreatif, komunikatif dan bernalar kritis. Hal ini nampak pada hasil lembar amatan observasi penilaian karakter selama proses pembelajaran dalam beberapa kali pertemuan. 



ERefleksi/ Dampak

Dampak dari praktik pembelajaran ini telah dirasakan manfaatnya baik di sekolah maupun diluar sekolah. Beberapa rekan guru di sekolah telah mengadopsi praktik baik ini pada mata pelajaran yang diampunya seperti guru IPA dan Bahasa Indonesia. Rekan guru di anggota komunitas MGMP Bahasa Inggris juga menjadikan praktik baik sebagai contoh praktik pembelajaran mendalam dikelasnya.

Akhirnya, dari seluruh rangkaian pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran mendalam yang telah saya lakukan saya dapat menarik beberapa kesimpulan. Pembelajaran mendalam dengan ragam aktivitas yang memanfaatkan teknologi dan mitra, bisa menumbuhkan motivasi intrinsik pada peserta didik untuk belajar. Sehingga mereka bisa tumbuh dan berdaya dalam memaknai belajar untuk masa depan.





 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jelajah Pengalaman Belajar Bahasa Inggris dengan iBox dan Macan"

Posting Komentar