Matoduwolo De Blog Le Bu Evi

Tulisan Snake and Ladder Masuk 10 Besar Nasional, What??



Baik teman-teman kali ini saya akan bagikan tulisan praktik baik tentang Games Based Learning, Snake and Ladder. Praktik baik ini telah berhasil membawa saya sebagai juara 1 di Festival Belajar.id yang diselenggarakan oleh BMPM Provinsi Gorontalo. Tidak hanya itu, tulisan praktik baik ini juga membawa saya masuk dalam 10 besar cerita praktik baik nasional dalam event refleksi guru penggerak tingkat nasional yang dihadiri oleh sekitar 500an peserta pada tahun 2023. Penasaran dengan ceritanya? Yuk di baca tulisaaanya, Yuk di tonton videonya!


Games Based Learning berbasis Teknologi, Snake and Ladder


Saat ini saya menghadapi murid yang memiliki rentang usia antara 13 s.d 16 tahun, itu artinya mereka lahir sekitar tahun 2007 s.d 2010. Oleh karenanya murid-murid saya ini disebut generasi Z atau Gen Z. Hal ini ditandai dengan zaman ketika mereka lahir, lingkungannya serba digital dan canggih. Sehingga mereka akrab sekali dengan aplikasi-aplikasi canggih, beragam sosial media seperti tiktok, Instagram, Facebook, YouTube dan lainnya. Mereka juga hobi sekali bermain game baik online maupun offline. Kondisi ini juga mempengaruhi cara belajarnya. Mereka lebih tertarik belajar dengan media digital daripada media konvensional. Seperti belajar dengan cara interaktif dan gamifikasi.


Dari situasi-situasi di atas, saya mendapatkan tantangan tentang bagaimana cara meningkatkan motivasi murid belajar bahasa inggris di era digital saat ini. Inilah yang menjadi fokus saya pada praktik baik yang saya bagikan. 


Untuk menjawab tantangan diatas saya berusaha berempati pada murid dengan melakukan beberapa aksi yaitu memanfaatkan akun belajar.id dan google workspace for education dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran yang saya lakukan. Yakni pada materi penggunaan Tobe pada kalimat simple present tense sederhana. Langkah pertama yang saya lakukan adalah melakukan asesmen awal murid dengan memanfaatkan google formulir dengan fitur mode terkunci pada chromebook. Langkah kedua saya menyediakan sumber belajar dengan memanfaatkan Google Site sebagai LMS. Selanjutnya untuk memfasilitasi murid belajar dengan teknologi saya juga menyediakan permainan snake and Ladder secara online dan kolaboratif dengan memanfaatkan google slide. Memanfaatkan fitur link, dimana setiap langkah pada masing-masing bidak akan terhubung dengan slide baik pertanyaan maupun keterangan terkait jawaban yang dipilih oleh murid. Disini saya membagi murid menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok memilih gaco virtual yang akan dimainkan. Pada tiap-tiap nomor yang dituju, saya menyediakan soal simple present tense (tobe). Kelompok yang bisa menjawab soal dengan benar, mereka akan mendapatkan poin. Jika mereka sampai di papan kotak mulut ular, maka mereka akan kembali ke papan kotak diawal. Begitu juga sebaliknya, untuk yang sampai pada kotak tangga, mereka akan menuju kotak yang mendekati kotak finish. Kelompok yang bisa mencapai kotak finish dulu, mereka yang akan jadi pemenang. Diakhir kegiatan penutup, murid kembali diajak memanfaatkan google jamboard untuk menuliskan refleksi dari proses pembelajaran yang telah dilalui.


Pembelajaran berbasis game dengan memanfaatkan teknologi ternyata memberikan dampak yang luar biasa pada proses pembelajaran. Murid antusias terhadap aktivitas yang dilalui, pembelajaran menjadi lebih seru dan bermakna tentunya bagi murid. Tidak hanya itu, tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai karena kebutuhan belajar murid terpenuhi dengan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat dan tentunya sesuai dengan kodrat zaman.




                             Video Praktik Baik Games Based Learning





#blptkemendikbudristek

            #merdekabelajar

#pembatik2024

#sahabatteknologikemendikbudristek

#platformmerdekamengajar




                                                        



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tulisan Snake and Ladder Masuk 10 Besar Nasional, What??"

Posting Komentar