Belajar Bahasa Inggris Seru dengan Sahabat Baru Let's Go Mas.
Pendahuluan
Latar Belakang (Situasi dan Tantangan)
Pernahkah bapak/ibu guru menjumpai murid-muridnya yang sedang belajar terlihat sering melihat jam dinding kelas atau jam tangan? Bertanya ke temannya atau ke gurunya langsung, “Kurang berapa menit selesai?” Bagaimana bapak/ibu guru merefleksikan hal tersebut? Suatu waktu saya mengajar bahasa inggris di kelas yang waktunya berdekatan dengan jam istirahat. Di tengah-tengah pembelajaran yang sedang berlangsung, tiba-tiba ada beberapa murid yang kelihatan gelisah, sedang bertanya kurang berapa menit pembelajaran selesai. Akhirnya, saya melakukan wawancara pada beberapa murid tersebut “Kenapa kalian kok bertanya jam terus?” “Apakah ada masalah?”. Lalu mereka memberikan responnya. “Ibu susah sekali belajar bahasa inggris, saya ingin cepat-cepat istirahat” jawab murid A. Kemudian murid B juga menyampaikan keluhannya. “Tidak bisa bahasa inggris kan tidak apa-apa bu, soalnya kami cuma tinggal di kampung”, “Iya bu, kita kan tidak pernah bicara dengan bule” ucap murid C.
Keluhan-keluhan yang disampaikan oleh beberapa murid tersebut, menyulut diri saya untuk merefleksikan apa sebenarnya yang kurang dari pembelajaran yang saya lakukan. Bukankah selama ini, saya sudah mencoba memberikan pembelajaran dengan berbagai metode. Namun ternyata, hal yang saya lakukan tersebut belum mengena pada pemahaman murid untuk belajar bahasa inggris. Persoalan selanjutnya adalah kondisi murid yang tidak pernah berbicara bahasa inggris dengan penutur asli. Ini juga yang menyebabkan mereka kurang termotivasi belajar bahasa inggris.
Situasi berikutnya yang tidak kalah penting adalah karakter murid SMP yang tergolong generasi z dan alpha. Dimana rentang usianya antara 13 s.d 14 tahun. Mereka ini dikenal dengan digital native, yaitu generasi yang memiliki kebiasaan dengan teknologi semenjak dari lahir. Ini juga menjadi tantangan bagi saya dalam memberikan pembelajaran bahasa inggris yang relevan dengan karakternya. Pengalaman memberikan pembelajaran dengan media Quizizz dan wordwall, murid sangat senang dan antusias selama pembelajaran. Itu artinya, integrasi teknologi dalam pembelajaran tidak boleh dikesampingkan. Pertanyaannya, apakah teknologi yang saya gunakan mampu membelajarkan murid-murid yang saya ajar? Teknologi apa yang bisa memenuhi kebutuhan belajar bahasa inggris murid saya dengan situasi diatas?
Dari beberapa situasi dan tantangan diatas, sepertinya saya membutuhkan bantuan buatan untuk mewujudkan keinginan murid-murid. Ya, saya butuh teknologi yang bisa memberikan pengalaman belajar murid secara kontekstual. Menyajikan pembelajaran bahasa inggris dari yang dianggap sulit menjadi mudah dan seru. Serta menghadirkan native speaker sebagai teman belajar murid agar mereka mendapatkan pengalaman belajar bahasa inggris dengan orang asing secara gratis. Waktu itu saya kepikiran dengan adanya robot penutur asli bahasa inggris yang bisa diajak berbicara secara langsung. Dengan pertimbangan, media ini akan memberikan pengalaman belajar kepada murid yang seru dan bermakna. Selain hal tersebut, menyediakan beragam aktivitas pembelajaran dengan berbantuan teknologi juga harus saya lakukan untuk memenuhi kebutuhan belajar murid. Saya membutuhkan model pembelajaran yang tepat dan bisa diintegrasikan dengan teknologi buatan.
B. Isi
Aksi yang Dilakukan
Untuk menjawab kegelisahan saya tersebut, langkah pertama yang saya ambil adalah mencari informasi tentang teknologi robot penutur asli bahasa Inggris yang bisa diajak berbicara bahasa Inggris secara gratis dan teknologi pembelajaran yang kontekstual. Bertepatan dengan materi yang saya ajarkan adalah asking and giving direction di kelas 7. Dari sini, akhirnya pencarian saya mengerucut pada aplikasi google assistant dan google map yang bisa digunakan untuk belajar bahasa inggris secara kontekstual tanpa biaya sepeserpun. Sedangkan untuk model pembelajarannya, berdasarkan kajian yang telah saya lakukan, model station learning saya nilai paling efektif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi murid dalam pembelajaran bahasa Inggris. Model ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif murid. Sehingga inovasi yang saya bawa di kelas ini adalah bagaimana mengintegrasikan model pembelajaran learning station dengan aplikasi google map dan google assistant.
Langkah kedua adalah melakukan asesmen kognitif murid terkait materi asking and giving direction. Aktivitasnya adalah games “Do what I say” dimana murid melakukan perintah yang saya berikan dengan menggunakan kata bahasa Inggris seperti go, right, left, beside, behind, between, etc. Pada pelaksanaanya murid-murid harus menutup matanya dan melakukan gerakan sesuai perintah. Guru melakukan observasi untuk mengetahui kemampuan awal murid terhadap materi. Setelah dianalisis, hasilnya menunjukkan bahwa dari 23 siswa di kelas 7 diperoleh hasil bahwa ada 12 anak paham utuh, 6 anak paham sebagian dan 5 anak belum paham. Data-data inilah yang saya gunakan sebagai dasar untuk memberikan treatment pada murid-murid tersebut dalam pembelajaran bahasa inggris dengan menggunakan “Let's Go Mas” yakni learning station terintegrasi dengan google map dan google assistant.
Langkah ketiga yang saya lakukan adalah melakukan berbagai persiapan untuk mempraktikkan pembelajaran tersebut. Seperti menyusun perangkat ajar, melakukan simulasi perangkat bersama dengan rekan guru dan meminta dukungan dari pimpinan. Pada penyusunan modul ajar asking and giving direction, tujuan pembelajarannya yang saya cantumkan adalah peserta didik dapat menggunakan ungkapan yang tepat untuk bertanya dan memberi informasi tentang petunjuk arah dalam bahasa inggris. Dibagian model pembelajaran saya cantumkan model learning station yang terdiri dari 4 kegiatan. Selanjutnya di bagian media pembelajaran saya cantumkan question card, picture, teknologi google map dan google assistant. Pada tahap ini saya juga melakukan uji perangkat dengan rekan guru agar pada implementasinya bisa berjalan dengan lancar. Selain itu, saya juga minta dukungan kepada kepala sekolah. Berbekal persiapan yang matang, dukungan penuh dari pimpinan dan rekan guru, saya semakin bersemangat untuk membawa inovasi ini kedalam kelas guna menjawab solusi atas tantangan-tantangan tersebut.
Tahap berikutnya yaitu mempraktekkan pembelajaran materi asking and giving direction dengan menggunakan Let’s Go Mas, yaitu learning station terintegrasi dengan google map dan google assistant. Pembelajaran saya awali dengan menggunakan pertanyaan pemantik seperti.
“Pernahkan anak-anak tersesat?”
“Apa yang kalian lakukan jika tersesat?”
“Selain bertanya pada orang, apa yang bisa kalian lakukan?”
Dari beberapa pertanyaan pemantik tersebut, anak-anak mulai menangkap benang merahnya bahwa materi pembelajarannya tentang petunjuk arah atau direction. Selanjutnya saya menyampaikan tujuan pembelajarannya agar para murid tau apa yang harus dicapai di akhir pembelajaran. Setelah itu saya tampilkan video kartun terkait materi asking and giving direction. Disini anak-anak menyimak dan mencatat hal-hal yang mereka dapatkan dari video tersebut. Setelah selesai, aktivitas berikutnya adalah memperkenalkan model pembelajaran learning station. Saya telah menyiapkan 4 station yang bisa digunakan murid-murid untuk mengexplore materi asking and giving direction.
Yang pertama adalah stasiun google maps, di stasiun ini saya menyediakan 2 chromebook untuk membuka google map. Kemudian saya juga menyiapkan kartu soal situasi. Dimana murid harus menebak nama sebuah tempat yang ada di kota Gorontalo dengan beberapa kriteria. Setelah menemukannya, mereka melanjutkan ke situasi berikutnya yaitu meminta petunjuk arah menuju lokasi tempat tersebut. Jadi murid yang berada di stasiun google map ini akan mencari petunjuk arahnya (direction) dalam mode bahasa inggris.
Yang kedua yaitu stasiun Gomast, di stasiun ini para murid mengeksplorasi materi dengan google assistant dan google map. Murid menggunakan question card, seperti contoh “Hai, google, could you tell me how to get to the supermarket near here?” Mereka menggunakan pertanyaan ini kepada google assistant. Setelah mendapatkan jawaban, murid berdiskusi dengan temannya untuk memahami maksud dari jawaban google assistant tersebut. Jika tidak sesuai dengan kemauannya, mereka bisa bertanya lagi selayaknya diskusi dengan manusia dan tentunya menggunakan bahasa Inggris. Selanjutnya, mereka diarahkan menuju fitur direction untuk menuju aplikasi google map. Disini murid mendengarkan ekspresi giving direction seperti ungkapan go ahead, turn left, turn right, etc.
Stasiun ketiga adalah draw your map. Di stasiun ini murid-murid melihat peta gambar di papan. Satu orang berperan sebagai petunjuk arah ke suatu tempat dan satu orang mengikuti perintahnya dengan cara menggambar garis arah sambil matanya ditutup. Stasiun keempat adalah stasiun explore your paper map. Murid menjodohkan ekspresi asking and giving direction dengan mengamati peta bergambar yang disajikan.
Setelah mereka memahami aktivitas yang dilakukan di masing-masing stasiun selanjutnya murid mengambil tiket stasiun yang akan dikunjungi. Dalam hal ini, saya memberikan kebebasan kepada murid untuk memilih stasiun yang mereka sukai dan memudahkannya belajar asking and giving direction. Jika murid merasa kesulitan belajar di salah satu stasiun, murid tersebut bisa berpindah ke stasiun lainnya dengan cara mengambil tiket yang dituju terlebih dahulu. Sengaja saya tidak membentuk kelompok, karena saya ingin benar-benar memenuhi kebutuhan belajar murid. Saya tidak memaksakan murid untuk belajar di stasiun tertentu. Selama 45 menit, murid mengeksplorasi materi asking and giving direction di masing-masing stasiun. Dari 4 stasiun yang ada, saya mengamati bahwa anak-anak sangat tertarik untuk belajar di stasiun Gomast (google map dan assistant). Alasan mereka karena disitu mereka bisa belajar bicara bahasa inggris dengan robot pintar yaitu google assistant. Ada juga yang mengatakan bahwa di stasiun tersebut adalah pengalaman pertama kali mereka berbicara langsung dengan orang asing buatan.
Selama proses pembelajaran dengan learning station, saya melakukan observasi. Mendampingi murid yang memerlukan bantuan belajar, memberikan penguatan pada murid yang telah memahami aturan main di suatu stasiun dan menyemangati murid yang berhasil memecahkan soal. Dari hasil pengamatan, untuk murid yang sudah mahir, mereka cenderung memilih stasiun google map. Karena disitu tipe soalnya menganalisis sebuah tempat beserta petunjuk arahnya. Sedangkan untuk yang memiliki pemahaman awal sebagian, mereka cenderung belajar di stasiun draw your map dan explore your paper map. Terakhir untuk murid yang pemahaman awalnya sedikit, mereka cenderung belajar di stasiun Gomast, karena disitu saya sediakan kartu pertanyaan. Jadi mereka tinggal mengikuti pertanyaan tersebut dan bertanya pada google assistant. Dengan adanya beragam konten belajar, murid-murid bisa menyesuaikan diri dalam belajar materi asking and giving direction berdasarkan kemampuan dan minatnya.
Sesi terakhir dari kegiatan pembelajaran ini adalah refleksi, kami membentuk lingkaran. Kemudian saya berikan beberapa pertanyaan refleksi lisan seperti, apa yang sudah kalian pelajari, peristiwa apa tadi yang dialami, stasiun mana yang sudah di kunjungan dan pengalaman belajar apa yang didapatkan. Secara bergantian anak-anak memberikan jawabannya. Dari sini saya menarik kesimpulan, bahwa mereka sangat senang belajar bahasa inggris dengan teknologi google map dan google assistant. Mereka juga menyampaikan bahwa kegiatan belajar dengan beberapa stasiun membuatnya semakin memahami materi.
C. Penutup
Refleksi (Hasil dan Dampak)
Dari rangkaian pembelajaran yang telah saya lakukan, skenario praktik pembelajaran yang direncanakan terlaksana sesuai harapan. Para murid tertarik dan senang belajar bahasa Inggris materi asking and giving direction dengan menggunakan Let’s Go Mas (Learning station terintegrasi dengan google map dan google assistant). Motivasi belajar murid semakin meningkat terbukti dengan situasi dimana bel istirahat berbunyi tapi mereka tidak mau istirahat. Karena mereka masih penasaran belajar di semua stasiun khususnya stasiun Gomast dan google map. Selanjutnya, pronunciation murid terkait materi semakin baik karena mereka bisa mendengarkan langsung cara pengucapan ungkapan petunjuk arah dalam bahasa inggris melalui google map dan google assistant. Tujuan dari inovasi ini menumbuhkan keseruan dan minat murid dalam belajar bahasa Inggris ternyata berhasil membawa ke dalam pembelajaran yang bermakna. Karena murid tidak hanya sekedar belajar substansi materi, tapi mereka juga belajar cara menggunakan aplikasi google map dan google assistant untuk mencari petunjuk arah tempat-tempat yang ada di Gorontalo. Sehingga mereka memiliki pengetahuan tentang lokasi beberapa tempat umum seperti, restoran, hotel, museum, dan lainnya yang ada di Gorontalo.
Dampak dari praktik pembelajaran ini telah dirasakan manfaatnya baik di sekolah maupun diluar sekolah. Beberapa rekan guru di sekolah seperti guru IPA, IPS dan Matematika telah mengadopsi praktik baik ini pada mata pelajaran yang diampunya. Rekan guru di anggota komunitas MGMP Bahasa Inggris Inovator Kabupaten Boalemo juga terinspirasi sehingga mereka mengadopsi praktik baik pada materi lain di sekolahnya. Para murid juga memiliki pengalaman belajar baru yang menyenangkan dan bermakna. Kepala sekolah juga memiliki bahan yang bisa digunakan untuk mempromosikan sekolahnya kepada masyarakat dan sekolah lain bahwa di sekolahnya telah melaksanakan pembelajaran yang memenuhi kebutuhan belajar murid.
Dari sini saya dapat menarik kesimpulan bahwa sebagai seorang guru, kita harus mampu memberikan pengalaman belajar bagi murid sesuai dengan zamannya. Jika tidak, maka murid tidak akan termotivasi dalam belajar karena kebutuhan belajarnya tidak terpenuhi. Mereka hidup di zaman teknologi, sudah sepantasnya kita sebagai guru juga memberikan pengalaman belajar dengan menggunakan teknologi tersebut. Namun perlu diingat bahwa, secanggih-canggihnya teknologi jika tidak mampu membelajarkan murid maka tidak ada artinya. Sehingga, penggunaan teknologi harus disinkronisasikan dengan tujuan belajarnya. Agar bisa memberikan pembelajaran yang bermakna bagi murid.

0 Response to " Belajar Bahasa Inggris Seru dengan Sahabat Baru Let's Go Mas."
Posting Komentar