Matoduwolo De Blog Le Bu Evi

Kuliah Umum Pembatik Level 4 Tahun 2024


Bapak Wibowo Mukti, Kepala BLPT, telah meresmikan kuliah umum PembaTIK level 4 tahun 2024 pada hari sabtu, 19 Oktober 2024. Acara yang mengangkat tema inovasi pembelajaran digital dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) ini mendorong para peserta untuk terus mengembangkan kompetensi melalui kolaborasi. 

Tahun 2024 peserta pembatik yang mendaftar mencapai 319.743 orang, ini menjadi tonggak sejarah bagi Balai Layanan Platform Teknologi sepanjang tahun dibukanya ajang pembaTik ini. Antusiasme tinggi para guru terhadap program PembaTIK menunjukkan komitmen mereka dalam menciptakan generasi pendidik yang berkualitas dan mampu mengikuti perkembangan zaman.


Pada kuliah ini narasumber yang dihadirkan adalah sebagai berikut;

1. Dr. Yudhistira Nugraha, ST., MCIT adv, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbudristek.

2. Prof.E.Aminudin Aziz, MA,Ph.D, Kepala Badan Pengembangan Bahasa Kemendikbudristek.

3. Dr. Andy Alamsyah, Dosen Telkom University

4. Dini Febriana, Guru SMP Negeri 2 Amlapura

5. Ulfah Niswatul Awaliya, Guru SMP Negeri 240 Jakarta

Dengan dimoderatori oleh Duta Teknologi Provinsi Bali Tahun 2023 yakni Pak Dewa dan rekanya, kegiatan kuliah umum berlangsung sangat menarik dan bermakna.


Materi pertama disampaikan oleh Dr. Yudistira Aziz, MA, Ph.D yaitu tentang prakti baik pemanfaatan AI dalam menyelematkan bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia yang dinilai sudah hampir punah. Bank Data Bahasa yang ada di Badan Pengembangan Bahasa akan di digunakan sebagai pusat data yang kemudian di integrsikan dengan AI. Sehingga harapannya ke depan, melalui sebuah aplikasi AI berbasis data bahasa daerah di seluruh Indonesia, kita bisa belajar bahasa daerah. Misal mau belajar bahasa Gorontalo kalau di translate ke bahasa Jawa  jadi apa. Dengan begitu ide ini telah menjadikan Pak Yudistira masuk dalam daftar sebagai 100 tokoh yang paling berpengaruh dalam bidang kecerdasan buatan tahun 2024 versi Majalah Time.


Selanjutnya masuk pada pemateri kedua yaitu Dr. Yudhistira Nugraha, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbudristek. Beliau memaparkan bahwa ada tiga aspek utama dalam kecerdasan buatan yang perlu diperhatikan: kemampuan memproses teks, suara, dan gambar. Ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan saat ini sudah sangat canggih dalam memahami dan mengolah berbagai jenis informasi. Berikut adalah pendekatan pemanfaatan Ai berdasarkan paparan pak Dr. Yudhistira;

1. Mengelola ekosistem data: Mengatur semua data dengan baik, termasuk data siswa, guru, dan lainnya, serta memastikan data tersebut akurat dan terpercaya.

2. Integrasi, verifikasi, dan validasi data: Menggabungkan data dari berbagai sumber menjadi satu data yang utuh dan benar.

3. Pendayagunaan data untuk layanan publik: Menggunakan data untuk memberikan layanan publik yang lebih baik dan efisien, misalnya melalui layanan online.

4. Pendayagunaan data untuk pembangunan: Memanfaatkan data untuk membuat kebijakan dan program pembangunan yang lebih efektif."

Masuk pada pemateri ke tiga yaitu Dr. Andy Alamsyah, Dosen Telkom University


Beliau memberikan contoh penggunaan kecerdasan buatan (AI) melalui alat bantu seperti Copilot. Beliau meminta Copilot untuk menyusun topik presentasi tentang pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan yang bisa disampaikan dalam waktu 25 menit kepada para guru. Dalam waktu singkat, Copilot memberikan kerangka presentasi yang lengkap, mulai dari pengantar, pembahasan mendalam tentang personalisasi pembelajaran, penggunaan chatbot, perencanaan pembelajaran dengan AI, penilaian otomatis menggunakan AI, hingga isu etika dan privasi dalam penggunaan AI di bidang pendidikan. Terakhir, Copilot juga menyarankan waktu yang ideal untuk masing-masing segmen presentasi.

Dalam paparannya, beliau juga mengingatkan tentang penggunaan AI dalam suatu aktivitas. Hal tersebut dapat dibedakan menjadi beberapa kategori sebagai berikut;

1. Dilarang: Artinya, penggunaan AI sama sekali tidak diperkenankan dalam kegiatan tersebut.

2. Dibatasi: Penggunaan AI hanya boleh dilakukan dengan aturan-aturan yang sangat ketat.

3. Dibiarkan: Penggunaan AI diperbolehkan, namun tanpa adanya aturan atau batasan yang jelas.

4. Dianjurkan: Penggunaan AI sangat disarankan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan.

5. Diwajibkan: Penggunaan AI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu aktivitas, dan harus selalu melibatkan AI dalam pelaksanaannya.


Kemudian acara selanjutnya adalah kegiatan berbagi praktik baik oleh bu Dini Febriana, Guru SMP Negeri 2 Amlapura dan Bu Ulfah Niswatul Awaliya, Guru SMP Negeri 240 Jakarta yang di pandu oleh moderator Duta Teknologi Provinsi Jawa Timur 2023, Andika Faris. Pemanfaatan dalam pembelajaran memberikan insight baru dalam mengimplementasikanya. Dari kegiatan berbagi praktik baik tersebut, saya semakin yakin bahwa AI akan memberikan dampak yang positif bagi proses pembelajaran jika kita bisa menyikapi dengan bijaksana.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kuliah Umum Pembatik Level 4 Tahun 2024"

Posting Komentar