Matoduwolo De Blog Le Bu Evi

Awal Masuk Kelas di Tahun 2023

 Pertama kali mengajar di tahun 2023. Setelah tumbang dua hari absen dari rutinitas sekolah, akhirnya tadi aku bisa kembali bekerja. Bertemu rekan sejawat dan pelajar sekolah menengah pertama. Melihatnya senyumnya pun aku merasa bahagia. Sepertinya sudah lama aku tak melihatnya. Setelah libur akhir tahun kemarin sekitar satu minggu lamanya. 

Sebelum akhirnya aku masuk sekolah, malamnya aku merencanakan ide kegiatan yang menarik di awal tahun pembelajaran. Aku tidak mau, kesan pertama masuk kelasku membuat anak-anak merasa bosan dan menjadi beban. Maklumlah, mereka masih adaptasi dari liburan yang selalu menjadi impian. Bahkan, bukan hanya mereka, gurunya pun masih ingin menikmati waktu tanpa setumpuk pekerjaan. Namun karena memang sudah kewajiban mau tidak mau harus tetap dilakukan. 

Pagi tadi di jam pertama, aku ada jadwal di kelas 8.2. Sudah ku rencanakan untuk membawa media seperti laptop, LCD, dan speaker. Karena aku akan menampilkan sebuah video, jadi alat-alat tersebut sangatku butuhkan. Seperti biasanya ku buka kegiatan awal kelas dengan salam, sapa dan do'a. Tak lupa pula mengecek kehadirannya satu persatu untuk mengetahui kabar mereka. Ternyata dikelas ini ada 3 orang yang tidak nampak batang hidungnya. Mereka adalah Asraf, Celsi dan Indriani. Kutanya dimana mereka, tanpa keterangan jawab temannya. 

Mindfullness atau kesadaran penuh adalah kegiatan pertama yang ku berikan pada kelas 8.2. Praktik ini memang penting dilakukan. Karena banyak dari kita yang tidak sadar sepenuhnya ketika melakukan sesuatu. Pada murid-murid pun sama, ketika pembelajaran berlangsung banyak dari mereka yang pikirannya tidak fokus belajar. Sehingga menyebabkan pada hasil belajar yang kurang memuaskan. Itulah mengapa aku praktikkan ilmu ini pada anak-anak di kelas. Ku putarkan musik instrumental yang berisi suara kicauan burung dan gemericik air. Seolah-olah kami berada di alam yang tenang nan sejuk. Ku instruksikan anak-anak untuk mengambil napas dan buang pelan-pelan. Mereka mulai mengikuti dan memejamkan mata. Suasana kelas begitu tenang dan kondusif. Mereka mulai terbawa suasana tenang dan juga meresapi apa yang dirasakan. Setelah semuanya merasa rileks sekitar 10 menit, ku minta mereka membuka mata dan menceritakan apa yang telah mereka rasakan selama mengikuti praktik mindfulness ini. Beragam jawaban, namun intinya sama yakni merasa lebih baik, nyaman dan tenang. 

Sesi berikutnya, ku putarkan sebuah video musik yang berjudul "Kamu Hebat Kamu Kuat" yang dinyanyikan oleh Awvikila. Anak-anak mulai mengamati video dan meresapi setiap lirik lagu yang didengarkan. Kulihat sekeliling kelas semua nampak tenang dan fokus. Hingga sampai pada satu pemandangan, aku menemukan satu murid yang sesenggukan menangis menonton video klip yang ada pada lagu tersebut. Kubiarkan saja dulu, agar dia tenang. Video tersebut memang menyentuh hati karena bercerita tentang seorang anak yang merasa kesepian ditinggal orang tuanya bekerja. Di dalam kesehariannya pun ia tak merasakan orangtuanya hadir dalam hidupnya. Namun pada akhirnya, dia menyadari bahwa apa yang dilakukan orang tuanya adalah untuk memenuhi kebutuhannya. Ya, itulah cerita dari video yang ku putarkan. Itulah mengapa video tersebut mengandung bawang. Sehingga hampir sebagian murid-murid dikelas merasakan hal yang sama. 

Tentang si murid yang menangis ketika nonton video tersebut, namanya adalah Della. Dia adalah anak yatim. Yang kutahu waktu dikelas 7, ayahnya meninggal dunia. Dia sekarang tinggal dengan ibunya. Mungkin itu yang membuatnya menangis waktu nonton video tersebut. 

Terlepas dari semua hal tersebut, memahami masing-masing murid di dalam kelas adalah hal penting. Seringkali sebagai guru, kita hanya menggugurkan kewajiban. Tanpa mengetahui kondisi psikologis anak, terkadang kita juga seenaknya sendiri memperlakukan mereka. Memberikan pembelajaran yang tidak sesuai zamannya. Memarahinya jika tidak mengerjakan tugas. Dan kadang suka melabel anak yang tidak berhasil dalam belajar. Inilah poin penting yang saya pelajari. Memberikan kegiatan pembelajaran tersebut di atas untuk memahami dan mengetahui kebutuhan mereka.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Awal Masuk Kelas di Tahun 2023"

Posting Komentar