Matoduwolo De Blog Le Bu Evi

Pulang ke Villa SP2

Oh iya, saya baru ingat, kalau air terjun Bontula ini dulu pernah menjadi salah satu destinasi bagi program acara my trip my adventure yang di tayangkan di channel transTV. Ini juga yang menjadi  motivasi kami mendatangi tempat tersebut. Tapi memang tidak rugi datang kesitu, mengingat Gorontalo adalah daerah dengan 2 musim kami menyebutnya, yakni kalau tidak panas ya panas sekali. Itulah mengapa kami girang sekali waktu nyemplung ke dalam air. 


Melihat pengunjung sudah semakin ramai sekitar pukul 11.00 WITA akhirnya kami memutuskan untuk  pulang. Tapi sebelumnya kami singgah di warung kecil membeli gorengan dan air mineral. Pisang goreng dan pisang goroho lengkap dengan sambalnya mengisi perut kami yang keroncongan seusai berendam di air terjun. Oh ya, di bumi bagian Jawa mungkin tidak paham yang namanya pisang goroho. Jadi ini adalah jenis pisang yang rasanya agak asam. Setauku jenis pisang ini hanya ada di Gorontalo dan Sulawesi Utara. Paling enak dinikmati ketika masih mentah. Di potong semacam stick jangan lupa di beri penyedap dan garam, selanjutnya di goreng sampai kering. Baru kemudian bisa di nikmati dengan dabu-dabu terasi (sambal). Masyarakat sini memang suka sekali makan dengan sambal. Jadi kamipun beradaptasi dan mulai terbiasa makan pisang goreng dengan sambal. Usai makan, kami melanjutkan perjalanan pulang. Melewati jalan yang sama menuju Pangea, SP2 rumah mas anam di kecamatan sebelah. 


Pukul 14.00 wita kami sampai dirumah mas anam. Sesampainya disana, rasa capek dan kantuk tak bisa dibendung lagi. Akhirnya kami terlelap tidur setelah mandi dan sholat. Sampai masuk waktu ashar kami terbangun. Ibunya mbak ida sudah rame di dapur menyiapkan makanan. Iseng saya masuk ke dapur, ternyata beliau membuat rujak manis. "Mumpung kamu kesini vi, tak buatin rujak manis". Senang sekali rasanya, bisa makan tanpa harus masak sendiri. Maklumlah, hari-hari di rumah kalau ingin apa-apa harus masak sendiri atau beli. Cuma kadang kalau beli rasanya tidak cocok di lidahku yang notebennya lidah jawa. 


Yang paling menarik adalah pasangan sebelah, haris dan dimeg mereka girang sekali ibunya mbak ida membuat rujak manis.Kalau boleh di ceritakan mereka ini pasangan LDM yang kalau tidak libur mereka tidak bisa bertemu. Dimeg, istrinya haris bertugas ngajar di pulau talaud Sulut. Sedangkan suaminya, haris ngajar di Boalemo Gorontalo. Liburan akhir tahun saatnya mereka bertemu untuk melepas rindu. Maklumlah, sejak menjadi pengantin baru mereka sudah menjalani hubungan jarak jauh. Jadi ketika sudah bertemu begini serasa dunia milik berdua, yang lain hanya jadi pemeran figuran, termasuk aku dan suamiku. Yang paling sering  datang ke Gorontalo ya si Dimeg. Dengan alasan disini banyak temannya dan bebas bisa keluar dari sarang penyamun. 


Perjalanan talaud ke Gorontalo itu lumayan lama. Dia harus naik kapal ke Manado semalam. Selanjutnya naik mobil rental ke Gorontalo sekitar 8jam lebih. Itulah yang mereka lakukan selama LDM. Atau kadang sebaliknya Si Haris yang mengunjungi istrinya di ujung pulau Indonesia ini yakni Talaud. Tapi kedatangan Haris ke Talaud masih bisa dihitung dengan jari. Terlepas dari semua drama jarak berkilo kilometer tersebut, Mereka adalah pasangan yang selalu ceria. Di depan kami, mereka terlihat sangat kompak dan konyol, tak pernah menampakkan raut muka sedih. Atau itu hanya berpura-pura saja entahlah, kami tidak tau.


Berbicara tentang si Dimeg, dia adalah sosok yang periang. Jika berkumpul dengan kami dia selalu antusias untuk bercerita. Apalagi ketemua suamiku, dan mas anam. Tak bosan-bosannya mereka selalu cerita tentang kehidupannya waktu PPG di UM dulu. Ya, suamiku dan mas anam adalah teman sekelasnya waktu menjalani pendidikan profesi guru di Universitas Negeri Malang. Kalau saya dengar, sepertinya cerita mereka tidak ada habisnya. Mulai dari cerita si kun-kun yang merupakan mantan pacar haris, yang saat ini jadi suaminya. Sampai dengan cerita di kelasnya waktu mengikuti pembelajaran. Aku yang menjadi pendengar sampai hafal dengan cerita mereka. Itu lagi-itu lagi. 


Bersambung...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pulang ke Villa SP2"

Posting Komentar