VAGO, Membawa Kearifan Lokal Gorontalo Ke Dalam Pembelajaran. Masak Sih?
Pembelajaran dengan menggunakan video tentu sangat memudahkan peserta didik dalam memahami sebuah materi. Apalagi dengan tampilan visual yang menarik, audio yang jelas, alur cerita yang menarik.Tentunya ini menjadi nilai lebih dalam menyediakan media pembelajaran bagi murid. Kali ini saya bagikan pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan VAGO yakni Video Asking and Giving Opinion.
Kondisi murid dalam pembelajaran bahasa inggris yang sulit menangkap materi karena keterbatasan sarana seperti buku. Membuat murid semakin sulit belajar bahasa inggris. Mereka tidak memiliki buku pegangan yang bisa digunakan untuk belajar dirumah. Sementara itu, pada proses pembelajaran buku yang dibagikan tidak mencukupi untuk satu anak satu buku. Sehingga sumber belajar murid masih tergantung dari informasi yang diberikan oleh guru. Ini yang menjadikan alasan saya dalam menciptakan sebuah inovasi video pembelajaran digital yang bisa di akses murid untuk belajar dimanapun mereka berada. Nah video pembelajaran tersebut saya integrasikan dengan pembelajaran role play pada materi asking and giving opinion.
Langkah pertama yang saya lakukan dalam mengimplementasikan VAGO dalam pembelajaran adalah menyampaikan tujuan pembelajaran. Diakhir pembelajaran murid diharapkan mampu bertanya dan memberi pendapat tentang sebuah topik. Pada pembelajaran kali ini topik yang diangkat adalah makanan khas daerah Gorontalo seperti, Binthe Biluhuta, Bubur Sada, Popolulu, Tili Aya, Ilabulo dan lainya. Langkah kedua setelah menyampaikan tujuan pembelajaran adalah mengamati VAGO, video pembelajaran asking and giving opinion. Dengan tujuan agar murid mendapatkan pemahaman terkait ungkapan-ungkapan apa yang digunakan dalam bertanya dan memberi informasi tentang suatu pendapat dalam bahasa inggris. Murid menyimak, menirukan dan mencatat hal-hal penting terkait materi.
Langkah berikutnya adalah, Saya menampilkan foto tetang makanan khas daerah Gorontalo. Saya menanyakan pendapat murid dengan ungkapan " What is the picture?", " What is your opinion about Binthe Biluhuta?" Murid kemudian merangkai kata untuk menjawab pertanyaan tersebut. Mereka menjawab dengan singkat seperti kata "delicious, sour, I like it, and others". Selanjutnya, agar murid semakin memahmi ekspresi atau ungkapan-ungkapan yang digunakan dalam menanyakan pendapat, saya buatkan games "Arrange Me ". Di sesi ini saya bagi menjadi 2 kelompok sejumlah ekspresi meminta dan memberi pendapat. Misalnya murid disuruh mengurutkan kalimat berikut ini.
1. do-think-you-what-danu's-about-performance-?
2. your- opinion-what-is-?
Nah, misalnya di kalimat nomor 1 ada 7 kata maka ada 7 anak dalam 2 kelompok yang akan melakukan games "Arrange Me". Selanjutnya, saya pangil satu-satu di tiap-tiap kelompok untuk mendapatkan jatah kata. Setelah ke tujuh anak tadi mendapatkan kata yang harus diurutkan. Berikutnya, 7 anak dimsing-masing kelompok membuat barisan dengan urutan kata yang membentuk kalimat memberi atau meminta pendapat. Pada sesi ini, saya memberikan 4 soal untuk diurutkan. Tujuanya agar murid semakin memahami dan mengingat materi jika dipraktikkan. Untuk mendaptkan penguatan terkait materi, saya menampilkan VAGO sekali lagi.
Langkah berikutnya adalah saya bagi murid menjadi 5 kelompok, kemudian dimasing-masing kelompok saya bagikan foto makanan tradisional Gorontalo. Setiap murid saling bergantian untuk menjadi penanya dan menjawab pendapat tentang makanan tradisional.
Setelah selesai, kami melakukan refleksi terkait kegiatan pembelajaran dengan menggunakan VAGO. Murid sangat senang, karena kebutuhan belajarnya terpenuhi. Mereka bisa menonton video, mereka bisa bermain game, praktik speaking dengan pemantik makanan tradisional Gorontalo.





Creativity in teaching make student activity less boring, you made it. Keep it up. 👍💪
BalasHapusthank you sir
Hapus